Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, BPMP Sumut Lakukan Kunjungan ke Sekolah di Sumatera Utara
Medan, 25 APril 2026 – Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik. Kebijakan ini menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Dalam rangka memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BSAN berbasis pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak pada 24 April 2026 di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di 34 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana satuan pendidikan telah mengimplementasikan prinsip-prinsip BSAN dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sekolah sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan Monev adalah SD Negeri 100890 Padang Bolak di Kabupaten Padang Lawas Utara. Dalam kegiatan tersebut, tim BPMP yang berkunjung kesana melakukan observasi langsung terhadap kondisi lingkungan sekolah, interaksi antara guru dan siswa, serta berbagai program yang mendukung terciptanya budaya sekolah yang positif dan inklusif.
Wawancara dilakukan dengan Kepala Sekolah, Bapak Abdullah, yang menyampaikan bahwa penerapan BSAN di sekolahnya telah membawa perubahan yang signifikan. Menurutnya, sekolah kini lebih memperhatikan aspek kesejahteraan siswa, tidak hanya dari segi akademik tetapi juga dari sisi emosional dan sosial. “Kami berupaya menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, sehingga siswa merasa nyaman berada di sekolah dan lebih termotivasi untuk belajar,” ujarnya.
Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan salah satu siswi bernama Catalea siswa kelas V. Ia mengungkapkan bahwa suasana di sekolahnya kini terasa lebih ramah dan menyenangkan. “Guru-guru lebih dekat dengan kami, teman-teman juga saling menghargai. Jadi kami tidak takut lagi untuk bertanya atau berpendapat,” kata Catalea dengan antusias.
Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Nurbaiti, siswi kelas XI IPA di SMAN 2 Padang Bolak. Ia menilai bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman memberikan dampak positif terhadap proses belajar. “Kami merasa lebih percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Hubungan antara guru dan siswa juga lebih terbuka, sehingga kami tidak ragu untuk berdiskusi atau menyampaikan pendapat,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, budaya sekolah yang aman dan nyaman mulai terbangun dengan baik, khususnya dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan inklusif antara guru, murid, dan tenaga kependidikan. Interaksi yang positif ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara optimal, baik dari segi akademik maupun karakter.
Ke depan, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Sumatera Utara dapat terus memperkuat implementasi BSAN dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

