BPMP Sumut Menyemarakkan Pameran Pendidikan Dalam Rangka Bulan Guru Nasional 2025
Pameran Pendidikan dalam rangka Bulan Guru Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di BBGTK Provinsi Sumatera Utara selaku tuan rumah pada tanggal 24–26 November 2025 berlangsung meriah dan dipadati berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antar-UPT Kemendikdasmen dalam menampilkan informasi, layanan, serta inovasi yang mendorong peningkatan mutu pendidikan. Suasana pameran yang dinamis memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat program dan layanan pendidikan yang sedang dijalankan pemerintah.
BPMP Provinsi Sumatera Utara turut ambil bagian sebagai salah satu UPT Kemendikdasmen dengan menghadirkan stand pameran yang berisi informasi mengenai Unit Layanan Terpadu (ULT), berbagai buku dan panduan pembelajaran, serta program-program prioritas Kemendikdasmen. Program tersebut meliputi Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Wajib Belajar 13 Tahun, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Literasi-Numerasi, Penguatan Pendidikan Karakter, Program Makan Bergizi Gratis, serta Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Keikutsertaan BPMP Sumut menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung guru dan satuan pendidikan meningkatkan mutu layanan.
Untuk memastikan stand berjalan optimal, BPMP Sumut menugaskan dua pegawainya, yaitu Arsenal Bradys, MT selaku Ketua Tim Kerja SMP, dan Nurhafni, S.Si, M.Pd selaku PIC Asesmen Nasional, sebagai pengelola stand pameran. Keduanya bertanggung jawab menyampaikan informasi, melayani tanya jawab, serta mengarahkan pengunjung terhadap layanan yang dibutuhkan. Kolaborasi keduanya menjadikan Stand BPMP salah satu titik yang ramai dikunjungi selama pameran berlangsung.
Sejak hari pertama, Stand BPMP dipadati oleh pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh peran BPMP Sumut dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya sesi konsultasi mengenai layanan pendidikan, informasi program pemerintah, hingga diskusi ringan seputar perkembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan terbaru.
Dalam sebuah wawancara, Arsenal Bradys menyampaikan bahwa mayoritas pengunjung datang dengan rasa ingin tahu yang besar mengenai tugas dan fungsi BPMP. “Banyak yang bertanya tentang bagaimana BPMP membantu sekolah, terutama terkait pembangunan dan fasilitas sekolah,” ujar Arsenal. Ia menambahkan bahwa pelajar paling banyak bertanya mengenai literasi pendidikan serta program-program yang relevan untuk pengembangan kompetensi mereka.
Arsenal juga menjelaskan bahwa momen pameran ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan peran BPMP yang selama ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat luas. “Kami menjelaskan bahwa BPMP bukan hanya melakukan supervisi, tetapi juga pendampingan, fasilitasi, serta dukungan menyeluruh kepada satuan pendidikan di seluruh Sumatera Utara. Pengunjung benar-benar antusias untuk mengetahuinya,” tambahnya.
Sementara itu, Nurhafni, rekan pengelola stand lainnya, turut memberikan pandangannya dalam sesi wawancara. Ia mengatakan bahwa variasi pengunjung yang datang memberikan dinamika tersendiri selama pameran. “Ada pelajar yang datang untuk konsultasi soal asesmen, ada yang mencari referensi buku, dan ada juga masyarakat umum yang ingin tahu bagaimana proses pembinaan sekolah dilakukan,” jelasnya.
Nurhafni juga menambahkan bahwa banyak pengunjung merasa terbantu karena penyampaian informasi di stand sangat jelas dan mudah dipahami. “Kami berusaha menyampaikan setiap layanan dengan bahasa sederhana, termasuk memperlihatkan materi program prioritas melalui buku serta media visual. Ini membuat pengunjung lebih cepat memahami peran BPMP,” katanya.
Kegiatan pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi ajang penyebaran informasi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara BPMP Sumut dan masyarakat. Melalui kehadiran Arsenal Bradys dan Nurhafni yang sigap memberikan layanan, Stand BPMP Sumut menjadi simbol komitmen lembaga dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.




