“DARI KEBIJAKAN KE CERITA DAMPAK”, Orkestra Komunikasi Program Prioritas Ditjen PAUD Dasmen
Tangerang, 11 februari 2026 – BPMP Provinsi Sumatera Utara mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Publikasi dan Kehumasan UPT Ditjen PAUD Dasmen Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 11 s.d. 14 Februari 2026 di Tangerang, Banten. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Kebijakan ke Cerita Dampak”, sebagai penguatan strategi komunikasi program prioritas Kemendikdasmen agar lebih membumi, inspiratif, dan berdampak luas di masyarakat.
Kegiatan diawali dengan laporan ketua oleh Sekretaris Ditjen PAUD Dasmen, Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si.. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar seluruh SDM dan perangkat publikasi komunikasi (Pubkom) di lingkungan UPT Kemendikdasmen semakin siap dan adaptif dalam mengawal program prioritas tahun 2026. Penguatan kapasitas ini penting agar setiap kebijakan yang dilahirkan tidak hanya berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar tersampaikan secara efektif kepada masyarakat luas.
“Komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan publik. Program yang baik harus diiringi dengan publikasi yang strategis, terencana, dan berdampak,” ujar Eko dalam laporannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-UPT dalam membangun narasi besar pendidikan dasar dan menengah yang selaras dan berkesinambungan.
Sementara itu, Dirjen PAUD Dasmen, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. , dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa insan humas harus proaktif dalam mengimbangi berbagai informasi yang beredar di ruang publik. Menurutnya, berita negatif sangat mudah dibuat dan disebarluaskan, sehingga diperlukan langkah nyata dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta sebenarnya. “Kita tidak boleh hanya menunggu. Kita harus hadir, melihat langsung, dan menceritakan apa yang benar-benar terjadi di satuan pendidikan. Dari situlah lahir cerita-cerita dampak yang autentik,” tegas Pak Dirjen.
Ia juga mendorong agar UPT lebih kreatif dalam mengemas konten publikasi, khususnya di media sosial. Program prioritas Kemendikdasmen harus digaungkan dengan pendekatan yang segar, relevan, dan dekat dengan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menggunakan gaya bahasa yang lebih ringan, bahkan memanfaatkan bahasa daerah agar terasa akrab dan menyentuh hati masyarakat setempat. Tampilan visual juga harus menarik, tidak monoton, dan sesuai dengan karakter audiens,” tambahnya.
Melalui rakor ini, para peserta dibekali strategi penyusunan rencana konten, teknik penulisan berita yang menarik, pengelolaan media sosial, hingga penguatan jejaring dengan media massa. Harapannya, setiap UPT mampu menerjemahkan kebijakan pusat menjadi cerita-cerita inspiratif dari lapangan—cerita tentang guru yang berinovasi, peserta didik yang berprestasi, serta praktik baik yang membawa perubahan nyata.
Dalam wawancara, Kasubbag Umum BPMP Provinsi Sumatera Utara, Bastian Derajat Pulungan, ST, M.Si, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa rakor ini memberikan wawasan dan semangat baru bagi tim Publikasi di BPMP. Ia menilai tema “Dari Kebijakan ke Cerita Dampak” sangat relevan dengan tantangan komunikasi publik saat ini.
“Kami di BPMP Sumut siap menerjemahkan setiap kebijakan menjadi cerita-cerita nyata dari lapangan. Banyak praktik baik di satuan pendidikan yang perlu diangkat agar masyarakat mengetahui bahwa program pemerintah benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, BPMP Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menggaungkan program prioritas Kemendikdasmen melalui publikasi yang informatif, kreatif, dan inspiratif. Ke depan, konten-konten yang disajikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menyentuh sisi humanis dan menghadirkan cerita perubahan nyata.




