Kamis, Februari 26, 2026
BeritaBerita Terkini

Mendikdasmen Resmikan Program Revitalisasi Tahun 2025 di SMKN 7 Medan

Medan, 4 Januari 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Sumatra Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatra Utara, Wakil Wali Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara, jajaran UPT Kemendikdasmen, serta sekolah penerima program revitalisasi di Kota Medan.

Dalam sambutannya pada Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud dengan dukungan sarana dan prasarana yang layak serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa pada tahun 2025 seluruh komponen pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga provinsi serta kabupaten/kota, bergotong royong menyukseskan program Presiden Republik Indonesia terkait Asta Cita keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

Dalam rangka mewujudkan pendidikan berkualitas, pemerintah melaksanakan sejumlah program strategis, antara lain Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Digitalisasi Pembelajaran, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan pendidik serta tenaga kependidikan.

Secara nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 85 persen program telah selesai dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Di Provinsi Sumatra Utara, program revitalisasi tahun 2025 menjangkau 897 satuan pendidikan, terdiri atas 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, serta 5 PKBM/SKB. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp852.milyar  dan mencakup seluruh jenjang pendidikan.

Berdasarkan progres pelaksanaan, sebanyak 48,5 %  satuan pendidikan di Sumatra Utara telah menyelesaikan revitalisasi dengan progres 100 persen, 13,8 % berada pada progres 95–99 % , sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

“Khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi diberikan kepada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,41 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026 agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran,” ujar Menteri Mu’ti.

Selain revitalisasi sarana dan prasarana, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan sebanyak 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 17.073 PID telah diterima oleh satuan pendidikan dan akan dimanfaatkan mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Sementara itu, di Kota Medan sebanyak 2.047 PID telah didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan guna mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan dua pilar utama transformasi pendidikan nasional. “Melalui revitalisasi dan digitalisasi, kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di wilayah Sumatra Utara. Ia menilai percepatan revitalisasi sarana dan prasarana serta penguatan digitalisasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pemerataan akses pendidikan.

“Program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaannya,” ujar Gubernur Bobby.

Sebagai penerima manfaat program, Kepala SMKN 7 Medan, Herawati Lubis, dalam wawancaranya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Mendikdasmen Abdul Mu’ti. SMKN 7 Medan menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar yang dimanfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan juga memperoleh dukungan Digitalisasi Pembelajaran berupa perangkat pembelajaran digital yang memperkuat proses belajar mengajar berbasis teknologi. “Melalui dukungan dua program ini, kami berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi, khususnya pada program keahlian akuntansi dan manajemen bisnis, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Herawati dan Harapannya Bantuan Revitalisasi ini terus berlanjut dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesi juga menerima revitalisasi.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah UPT SDN 067253 Medan Deli, Evayanti. Sekolahnya menerima bantuan sarana sanitasi berupa pembangunan dua unit toilet, masing-masing untuk murid disabilitas putra-putri dan toilet umum.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto serta Mendikdasmen Bapak Abdul Mu’ti atas bantuan yang telah diberikan. Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas lingkungan belajar murid,” tutup Evayanti.

Melalui penguatan revitalisasi sarana prasarana dan digitalisasi pembelajaran secara berkelanjutan, Kemendikdasmen terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fasilitas dan sarana belajar, tetapi juga memperkuat proses belajar mengajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia Indonesia dapat berlangsung lebih cepat, menghasilkan generasi yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dukungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh pendidikan berkualitas dan merata, serta mempersiapkan mereka menjadi bagian dari pembangunan bangsa yang berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *