Pengajian di Bulan Ramadhan 1447 H, “Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Qalbu melalui Metode Ruqyah”
Medan, 4 Maret 2026–Ikatan Persaudaraan Muslim BPMP Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar kegiatan pengajian dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan di Musholla As Shiddiq Kampus 2 BPMP Provinsi Sumatera Utara dengan mengangkat tema “Ramadhan sebagai Momentum Penyucian Qalbu melalui Metode Ruqyah.” Pengajian ini menghadirkan penceramah Ustadz Musdar Bustamam Tambusai, Lc.Amd.Kes (Ft), yang dikenal aktif dalam dakwah dan pembinaan ruhani.
Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dihadiri oleh para pegawai serta jamaah dari lingkungan BPMP. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an OELH mAHYUN hADI, M,Pd, yang menambah suasana religius dan menghadirkan ketenangan di hati para peserta. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menjadi pengingat akan keagungan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua IPM BPMP Provinsi Sumatera Utara, Salman Hasibuan, S.Pd., M.I.Kom. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan kedisiplinan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kerja. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.
Memasuki sesi inti, Ustadz Musdar Bustamam Tambusai menyampaikan ceramah yang sarat makna dan menyentuh hati. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa qalbu atau hati merupakan pusat kendali kehidupan manusia. Jika hati bersih, maka perilaku dan ucapan akan baik, namun jika hati kotor, maka akan mudah muncul penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk. Oleh karena itu, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melakukan penyucian qalbu.
![]() |
![]() |
Beliau juga menjelaskan tentang metode ruqyah syar’iyyah sebagai salah satu ikhtiar penyembuhan dan pembersihan hati melalui bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, dzikir, dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Ruqyah tidak hanya dipahami sebagai penyembuhan gangguan fisik atau gangguan non-medis, tetapi juga sebagai terapi ruhani untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, serta menjaga hati dari sifat-sifat tercela, diharapkan setiap Muslim dapat meraih derajat takwa yang menjadi tujuan utama Ramadhan.
![]() |
![]() |
Kegiatan pengajian ini diharapkan mampu memberikan pencerahan spiritual dan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri, menjaga kebersihan hati, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. *** (Penulis: Arif, Fotographer : Ganrefa)






