Sabtu, Februari 28, 2026
BeritaBerita Terkini

Sekolah Terdampak Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Siap Laksanakan Pembelajaran Semester Genap

Pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor terus dipercepat di sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan menjelang awal semester genap.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan sekolah, sarana prasarana, serta kondisi peserta didik dan tenaga pendidik. Langkah ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas pemulihan pendidikan di masing-masing wilayah.

Hingga saat ini, mayoritas sekolah terdampak telah kembali beroperasi. Di Provinsi Aceh, sekitar 81 persen sekolah sudah membuka kembali layanan pembelajaran bagi siswa.

Sementara itu, di Sumatra Barat tingkat pemulihan mencapai 86 persen. Sekolah-sekolah yang telah dibuka kembali umumnya berada di wilayah yang kondisi lingkungannya relatif aman dan telah dibersihkan dari dampak banjir maupun longsor.

Capaian tertinggi tercatat di Sumatra Utara, dengan sekitar 95 persen sekolah terdampak telah kembali beroperasi. Hal ini menunjukkan percepatan pemulihan yang cukup signifikan berkat koordinasi lintas sektor.

Meski demikian, proses pembersihan dan persiapan pembelajaran darurat masih terus dilakukan di sejumlah sekolah. Beberapa satuan pendidikan masih membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas belajar.

Untuk mendukung kegiatan belajar, pemerintah menyediakan tenda sekolah, ruang kelas darurat, serta sarana pendukung lainnya. Pendampingan kepada guru dan kepala sekolah juga diberikan agar pembelajaran darurat dapat berjalan dengan baik.

 

Sebagai bentuk kehadiran negara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan sekolah, buku pelajaran, hingga dana operasional pendidikan darurat.

Selain bantuan fisik, pemerintah juga memberikan tunjangan serta dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Dukungan ini penting untuk membantu pemulihan mental dan emosional setelah mengalami bencana.

Dalam proses pembelajaran, kurikulum adaptif kebencanaan diterapkan agar pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan mampu menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *