KEMENDIKDASMEN Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Humbang Hasundutan
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (2–3/12) sebagai bentuk respon cepat pemerintah atas kejadian bencana yang berdampak pada satuan pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan ini, Didik Suhardi didampingi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Sumatera Utara, yaitu BPMP Sumut, BBPPMPV-BBL, dan BBGTK. Kehadiran berbagai UPT ini menunjukkan sinergi lintas unit dalam memastikan bahwa penanganan dampak bencana di bidang pendidikan dapat berjalan secara terkoordinasi dan efektif. Mereka bersama-sama meninjau sejumlah sekolah yang rusak maupun yang terdampak langsung akibat bencana.
Banjir dan tanah longsor yang terjadi telah mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, fasilitas pembelajaran, serta sarana pendukung lainnya. Selain itu, proses pembelajaran di beberapa satuan pendidikan sempat terganggu karena kondisi sekolah yang tidak dapat digunakan secara normal. Oleh karena itu, peninjauan dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
Dalam kesempatan tersebut, Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa dana kepada satuan pendidikan yang terdampak. Bantuan dana ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak sekolah untuk melakukan perbaikan awal pada fasilitas yang rusak serta mendukung pemulihan proses belajar mengajar. Pemerintah menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan bagi siswa harus tetap menjadi prioritas meskipun berada dalam situasi darurat.
Selain dana bantuan, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan school kit untuk siswa-siswi yang menjadi korban bencana. Paket tersebut berisi perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, tas, serta kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung siswa kembali bersekolah tanpa hambatan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis dan pendidikan anak-anak terdampak.
Didik Suhardi menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh siswa dapat melanjutkan pendidikannya meskipun berada dalam situasi sulit akibat bencana alam. Ia menekankan pentingnya pemulihan sarana prasarana pendidikan sebagai langkah awal untuk mengembalikan aktivitas belajar mengajar seperti semula. Hal ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Dalam dialog bersama para kepala sekolah dan guru, Didik Suhardi juga mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kerusakan fisik bangunan hingga kebutuhan pendampingan psikososial bagi siswa. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi Kemendikdasmen dalam merumuskan langkah lanjutan terkait pemulihan pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera Utara.
Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen berharap dapat mempercepat proses pemulihan pendidikan serta memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan terdampak mendapatkan bantuan yang sesuai kebutuhan. Pemerintah juga mengimbau seluruh instansi terkait untuk terus bersinergi dalam penanganan bencana dan pemulihan pendidikan, sehingga dampak terhadap peserta didik dapat diminimalkan dan kegiatan belajar dapat kembali berlangsung dengan aman.




