Sabtu, Februari 28, 2026
BeritaBerita Terkini

BPMP Sumut Gelar Training of Trainers Penyelenggaraan Pendidikan Darurat Bermuatan Layanan Psikososial

Medan, 5 Januari 2026 – BPMP Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Penyelenggaraan Pendidikan Darurat Bermuatan Layanan Psikososial pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 08.00–16.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di Aula Sisingamangaraja, Kampus I BPMP Provinsi Sumatera Utara, dan diikuti oleh 61 Aparatur Sipil Negara (ASN) BPMP Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan TOT ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia BPMP dalam penyelenggaraan pendidikan darurat yang terintegrasi dengan layanan psikososial, khususnya bagi pendidik dan peserta didik yang terdampak bencana dan situasi krisis.

TOT menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Lim Swie Hok, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog, dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), menyampaikan materi Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA) serta teknik stabilisasi emosi. Narasumber kedua, Endang Mulyani Putro, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pendidikan Darurat MDMC, menyampaikan materi Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Darurat dengan penekanan pada peran Widyaprada dalam penjaminan mutu pendidikan di situasi krisis.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pembelajaran teori, diskusi, dan praktik. Peserta mempraktikkan simulasi studi kasus bencana dengan berperan sebagai pendamping atau relawan, penyintas, serta pengamat. Dalam simulasi tersebut, peserta menilai penerapan teknik PFA dan stabilisasi emosi yang dilakukan oleh pendamping.

Psychological First Aid (PFA) merupakan pendekatan untuk memberikan dukungan emosional dan bantuan awal kepada individu dari berbagai latar belakang usia, budaya, etnik, dan sosial ekonomi setelah mengalami peristiwa traumatik (University of Rochester, 2007). PFA juga dipahami sebagai rangkaian keterampilan yang bertujuan mengurangi distres serta mencegah munculnya gangguan kesehatan mental akibat situasi krisis atau bencana (Everly, Phillips, Kane, & Feldman, 2006). Tujuan utama PFA adalah memberikan rasa aman, mengurangi dampak psikologis yang lebih berat, mempercepat proses pemulihan, menjaga kesejahteraan psikologis, serta menguatkan fungsi adaptif jangka pendek dan jangka panjang.

Sementara itu, pendidikan darurat merupakan layanan pembelajaran yang diselenggarakan secara adaptif dalam situasi krisis, baik akibat bencana alam, konflik, maupun keadaan darurat kesehatan. Prinsip utama pendidikan darurat adalah menjamin keberlangsungan hak pendidikan anak dalam kondisi tidak menentu guna mencegah terjadinya learning loss serta memberikan perlindungan psikososial. Pendidikan darurat juga berfungsi sebagai mekanisme perlindungan jiwa melalui dukungan psikososial dan penyampaian pesan-pesan penyelamatan hidup.

Melalui kegiatan ini, peserta TOT diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran adaptif yang sederhana, relevan, fleksibel, kolaboratif, kontekstual, dan berfokus pada kebutuhan anak di situasi darurat. Strategi tersebut antara lain dengan menyusun pembelajaran fleksibel, memanfaatkan sumber daya lokal, menyusun RPP darurat, serta melaksanakan pembelajaran di berbagai kondisi keterbatasan sarana, seperti di tenda, rumah ibadah, alam terbuka, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar melalui kegiatan bermain dan bercerita.

Tujuan utama TOT Penyelenggaraan Pendidikan Darurat Bermuatan Layanan Psikososial ini adalah mengintegrasikan Psychological First Aid (PFA) dengan pendidikan darurat, sehingga pencapaian akademik dan pemulihan kesehatan mental peserta didik dapat berjalan secara seimbang dan simultan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *