Sabtu, Februari 28, 2026
BeritaBerita Terkini

Advokasi PFA Dukung Pemulihan Psikologis Warga Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Utara

Kegiatan Advokasi Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA) dilaksanakan di sejumlah sekolah pada beberapa kabupaten/kota terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi warga sekolah pascabencana, khususnya bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Pelaksanaan Advokasi PFA dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada tanggal 26 hingga 29 Januari 2026, sementara gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar sekolah-sekolah yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera Utara.

Advokasi PFA bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga sekolah yang terdampak bencana. Rasa aman menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting dalam situasi krisis agar individu dapat kembali berfungsi secara psikologis dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya dampak psikologis yang lebih berat, seperti stres berkepanjangan, kecemasan berlebih, hingga trauma. Melalui pendekatan PFA, peserta didik dan tenaga pendidik diharapkan dapat mengenali dan mengelola reaksi stres secara lebih sehat.

Tujuan lainnya adalah menguatkan fungsi adaptif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan dukungan psikologis awal yang tepat, individu diharapkan mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah, rutinitas belajar, serta interaksi sosial pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, Advokasi PFA dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis. Tahapan pertama adalah look, yaitu mengamati kondisi lingkungan dan mengidentifikasi individu yang membutuhkan dukungan psikologis lebih lanjut.

Tahapan berikutnya adalah listen, yaitu mendengarkan secara empatik keluhan, perasaan, dan pengalaman yang dialami oleh warga sekolah terdampak. Pendekatan ini dilakukan tanpa menghakimi, dengan tujuan membangun rasa percaya dan keterbukaan.

Selanjutnya, tahapan comfort dan link dilaksanakan untuk memberikan kenyamanan emosional serta menghubungkan individu dengan dukungan yang tersedia, baik dari keluarga, sekolah, maupun layanan profesional jika dibutuhkan.

Tahapan protect dan hope menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan psikologis dan menumbuhkan harapan ke depan. Melalui tahapan ini, peserta didik dan pendidik didorong untuk melihat masa depan secara lebih positif serta memiliki strategi coping yang sehat.

Melalui pelaksanaan Advokasi PFA ini, diharapkan proses pemulihan psikologis warga sekolah dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan. Kesejahteraan psikologis (psychological wellbeing) diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas pembelajaran dan kehidupan sekolah dapat kembali berjalan secara optimal pascabencana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *